
Pernah ngga ngalamin momen horor kayak gini: lagi bepergian terus pompa ASI ketinggalan di rumah? Atau tiba-tiba mati lampu pas baterai pompa drop nol persen? Mana payudara udah kerasa kencang, nyut-nyutan, dan butuh pengosongan segera! Duh, rasanya pengen panik dan nangis di pojokan ya?
Tenaaang, tarik napas dulu Mami! Sebelum drama payudara bengkak makin parah, Ambu mau ngenalin satu keterampilan sakti mandraguna yang wajib dikuasai semua ibu menyusui: Teknik Marmet alias memerah ASI murni pakai tangan! Yuk, Ambu ajak kenalan sama sejarah, jurus langkah-langkahnya, sampai plus-minusnya biar Mami ngga pernah bingung lagi saat darurat!
Sekilas Sejarah Marmet: Dari Mana Sih Asalnya?
Biar makin akrab, kita kenalan dulu sama sosok di balik namanya. Teknik ini dinamai sesuai nama penemunya, yaitu Chele Marmet. Beliau adalah seorang konsultan laktasi (IBCLC) ternama asal Amerika Serikat sekaligus pendiri Lactation Institute di California pada era 1970–1980-an.Waktu itu, Chele Marmet memperhatikan banyak ibu yang memerah susu dengan cara ditarik atau dipencet putingnya—yang ujung-ujungnya malah bikin lecet, nyeri parah, dan ASInya ngga keluar. Akhirnya, beliau meneliti anatomi kelenjar susu dan menciptakan kombinasi gerakan pijat serta pemerasan tangan yang meniru ritme hisapan mulut bayi alami. Jurus inilah yang sampai sekarang diakui secara global oleh para dokter dan bidan di seluruh dunia!
Tujuan & Manfaat Utama Teknik Marmet
Kenapa sih Mami wajib bisa marmet walau udah punya pompa elektrik canggih?
- Penyelamat di Kondisi Darurat: Pompa ketinggalan, suku cadang ada yang robek, atau ngga ada colokan listrik? Tangan Mami selalu siap sedia 24 jam!
- Panen Kolostrum di Hari-Hari Awal: Kolostrum di 1–3 hari pertama pasca persalinan teksturnya kental dan volumenya sedikit. Kalau pakai corong pompa, seringnya malah lengket dan terbuang di dinding botol. Pakai tangan justru jauh lebih efektif dan ngga bikin puting lecet.
- Mengatasi Saluran Mampet (Clogged Ducts): Tangan Mami punya sensor alami untuk meraba bagian payudara mana yang ada gumpalan keras, jadi pemerahannya bisa lebih terarah dan tuntas.
- Merangsang Hormon Oksitosin: Sentuhan kulit ke kulit (skin-to-skin) dari tangan sendiri ke payudara terbukti ampuh memicu hormon cinta alias oksitosin yang bikin Let-Down Reflex (LDR) ngucur deras!
Alat yang Diperlukan: Simpel & Anti-Ribet!
Ngga perlu mesin berisik atau kabel melilit. Alat yang Mami butuhkan cuma:
- Kedua tangan yang bersih: Cuci tangan pakai sabun dan air mengalir sampai ke sela-sela jari.
- Wadah penampung steril bermulut lebar: Mangkuk kaca kecil, cangkir keramik, atau botol kaca bermulut lebar yang sudah disterilkan (biar tetesan ASI ngga muncrat ke mana-mana).
- Handuk kecil hangat (opsional): Buat kompres sebelum mulai biar aliran darah makin rileks.
Langkah & Jurus Memerah dengan Teknik Marmet
Kunci marmet ada di 2 tahap: Stimulasi (Pijat Lembut) lalu Ekspresi (Perah). Jangan langsung perah ya Mami, panasin dulu jalurnya!
Tahap 1: Rangsang Aliran ASI (Massage, Stroke, Shake)
- Pijat Melingkar (Massage): Tempelkan jari-jari tangan di bagian atas payudara, lalu tekan melingkar dengan lembut membentuk lingkaran kecil spiral menuju areola.
- Usap Ringan (Stroke): Usap lembut permukaan payudara dari pangkal dada ke arah puting menggunakan ujung jemari atau sisir halus dengan punggung jari.
- Goyangkan (Shake): Bungkukkan badan sedikit ke depan dan goyang-goyangkan payudara secara lembut dengan bantuan gravitasi agar ASI turun ke saluran depan.
Tahap 2: Teknik Perah (Gerakan C-Hold: Dorong, Tekan, Lepas)
- Letakkan jempol di bagian atas payudara dan jari telunjuk serta jari tengah di bagian bawah payudara, membentuk huruf "C". Jaraknya sekitar 2–3 cm di belakang areola (jangan pegang putingnya ya!).
- Dorong (Push): Dorong jemari Mami lurus ke belakang, mendekat ke arah dinding dada.
- Tekan (Compress): Tekan jempol dan jari telunjuk secara bersamaan ke arah depan secara lembut seolah menggulung kelenjar susu, bukan meremas puting!
- Lepas (Release): Lepaskan tekanan, ulangi ritmenya secara teratur: Dorong – Tekan – Lepas.
- Putar posisi jemari melingkar searah jarum jam (pindah ke sisi kiri-kanan atau jam 12, jam 3, jam 6, jam 9) agar seluruh kantung ASI terkuras rata.
Plus & Minus Teknik Marmet
Biar adil dan realistis, yuk cek perbandingannya:
Kelebihan (Plus):
- Rp0 alias Gratis: Ngga perlu keluar uang sepeser pun!
- Bebas Repot Cuci Printilan: Ngga ada partikel silikon kecil, klep duckbill, atau diafragma yang rawan hilang saat dicuci.
- Super Higienis: Ngga ada celah pipa atau tabung mesin yang rawan lembap dan jamuran.
- Minim Suara: Bener-bener hening tanpa dengungan mesin sama sekali!
Kekurangan (Minus):
- Bikin Tangan Pegal: Kalau belum terbiasa, otot jari dan pergelangan tangan bakal lumayan pegal di 10 menit pertama.
- Butuh Waktu Belajar: Memang ngga instan seperti tinggal tempel corong pompa elektrik. Butuh latihan 2–3 kali sampai tangan Mami nemu titik letak kelenjar ASI yang tepat.
- Muncrat ke Mana-Mana: Di awal belajar, semburan LDR kadang susah diarahkan tepat masuk ke dalam wadah.
Gimana Mami, ternyata memerah ASI pakai tangan ngga seseram yang dibayangkan, kan? Kuncinya jangan pernah remas atau tarik putingnya ya, tapi cari kelenjar di belakang areola dengan penuh kelembutan.
Yuk, coba latih jurus sakti ini pelan-pelan di rumah! Kalau tangan Mami sudah jago marmet, mau di situasi darurat mana pun, Mami bakal tetap tenang dan bebas panik mengASIhi si kecil. 💛


